Langsung ke konten utama

Postingan

Pencemburu

  Seketika amarahmu meletup keras. Apapun usahaku membujukmu sedikit pun tak ada hirauan. Saat ini, aku mengaku kalah, aku belum menguasai jiwa terdasarmu. Aku masih kewalahan meredam gejolakmu. Kau bilang aku sepenuhnya terkuasai, semua gerak-gerik dengan baik kau pelajari. Emosiku yang sering tak stabil sudah terkendali olehmu. Ya, mungkin kamu adalah orang-orang teratas yang saat ini sangat baik dalam memahami, tapi belum sepenuhnya. Aku hanyalah seorang pencemburu. Sedikit disulut api saja akan terus membekas, layaknya kebakaran besar di ladang gambut. Terlalu riskan bicara soal hati, apalagi hati seorang wanita. Butuh menyelam ke dasar bertahun-tahun lamanya sampai kau tahu betapa rapuh konstruksi di dalamnya. Tak semua lelaki tahu akan hal itu, tak semuanya menyelam benar ke dasar hati. Disamping kepercayaanku yang menjadi taruhan, ketegasanmu aku minta dengan sangat. Kebijaksanaanmu yang aku idamkan. Dengan panjatan doa, aku hanya bisa menunggu ucapan manismu terwujud inda...

Santi (1): Salam Kenal

Baru-baru ini RT ku kedatangan penduduk baru. Gadis cilik pindahan dari kota Surabaya bernama Santi. Umurnya 8 tahun dengan tinggi badan kisaran 1 meter lebih beberapa senti. Tubuhnya kurus, kulitnya sawo matang, terlalu matang malah. Rambutya berwarna coklat kemerahan, mungkin warna alami berkat sengatan matahari saat bermain bersamanya. Surabaya juga kota yang cukup panas bukan? Tak ada yang tahu pasti kehidupan Santi di Surabaya seperti apa. Orang bilang dia dititipkan ke budhenya disini karena ibunya menjadi TKW di luar negeri, dan ayahnya entah dimana dan mengapa. Santi termasuk genduk yang penurut, dia sangat membantu pekerjaan rumah budhenya. Dari memasak, menyapu dan mencuci piring dan pakaian bisa dia lakonkan dengan baik. Budhenya mempunyai warung di pinggiran sungai, dia juga terkadang menyusul budhenya di sana untuk bantu-bantu. Anak laki-laki berusia 3 tahun diatasnya lah yang selalu menemaninya bermain, anak semata wayang dari budhenya itu. Segera saja Santi dimas...