Langsung ke konten utama

Pesona Kawah Putih

photo by : +Adyla Haquee 
Oktober 2013 lalu. Dalam menghabiskan tenggang waktu magang sebagai tim Creative Idea Imaji Bandung, aku dan Mbadil mengisinya dengan menjamah kota Kembang ini sedikit demi sedikit. Weekend ini kami berencana goes to Kawan Putih.

Ada kurang lebih 8 orang teman lainnya yang magang di Bandung. Mereka juga berantusias ikut dalam rencana ke Kawah Putih. Setelah banyak pembahasan mengenai rencana bersama ke Kawah Putih ini, dan pertemuan terakhir di salah satu Alfamart depan PVJ, ujung-ujungnya hanya kami berdua lah yang berangkat ke wisata Belerang itu. Oke, tak ada masalah buat kami.

Mbadil telah mempersiapkan peta ala kadarnya sebelum menginjakkan kaki di kota ini. Kami berpetualang di Bandung. Dengan berbekal keberanian, feeling dan peta prin-prinan tak begitu jelas disecarik kertas A4, pagi itu kami segera saja melaju ke tempat tujuan wisata.

Kurang lebih 2 jam perjalanan kami tempuh dari daerah Kopo, dekat terminal Leuwi Panjang. Tak begitu sulit jika aku pergi dengan sahabatku yang satu ini. Sekalipun di tempat yang baru dikunjungi. Feelingnya kuat dengan jalanan manapun, tak seperti aku.

Setibanya disana, kami tak langsung bisa melihat hamparan danau belerang yang sudah ditunggu. Kami harus naik lagi ke puncak. Untuk Roda dua dan Bus harus parkir di bawah. Karena kami bersepeda motor, kami harus menaiki kendaraan bernama ontang-anting yang sudah dipersiapkan pihak pengelola Kawah Putih.
ontang-anting berarti mondar-mandir
Kami menaiki ontang-anting belasan menit lamanya, sebelum akhirnya melihat tulisan Kawah Putih yang terpampang di depan pintu masuk sebelum area wisata utama. Terdapat gapura sederhana yang terbuat dari kayu. Diatasnya bertuliskan sebuah kalimat entah dari bahasa apa, atau malah terlihat seperti simbol yang entah berarti apa. Disampingnya terdapat lambang perhutani
photo by +Adyla Haquee 
Karena bau belerang yang lumayan menyengat, jika kamu ingin kesana, jangan lupa untuk membawa slayer atau penutup hidung. Penjual masker juga ada, tetapi harganya bisa 3 sampai 5 kali lipat dari harga biasa. Untuk beberapa spot bau belerang sangat terasa. Seperti di depan goa yang satu ini. Untuk antisipasi kesehatan, wisata ini tidak dianjurkan untuk wisata keluarga yang mempunyai anak kecil. Ada papan peringatan juga yang dipajang disana.
photo by +Adyla Haquee 
Konon ada cerita bahwa dahulu kala tempat ini sempat menjadi tempat yang dibilang misterius, karena setiap hewan yang terbang melintas di atasnya selalu jatuh mati. Setelah itu baru diketahui bahwa tempat ini memiliki kadar belerang yang cukup kuat untuk membunuh hewan yang melintas diatasnya.

Air biru yang terlihat bening dan jernih ini tenang sekali, seperti tak menggubris banyak orang yang sedari tadi berlalulalang, berfoto, dan tak lepas memandanginya. Bukit yang mengelilingi dengan hamparan langit yang bersahabat menambah lengkap pesona alamnya.Warna putih di pinggiran air yang memesona itu ternyata bukanlah pasir, tapi lumpur belerang. Disana juga terdapat penjual belerang yang digunakan untuk obat atau terapi.

Setelah puas menjelajah dan mengabadikan momen di Kawah Putih, kami pun segera turun dengan ontang-anting berwarna oren yang lain. Karena sebentar lagi jatah magang habis, kami sengaja membeli oleh-oleh khas Bandung yang dijual disini. Wanawisata Kawah Putih ini buka dari jam 07.00 - 17.00 WIB.
oleh-oleh khas | sok atuh
"Hey, kalian yang di Solo kapan-kapan kesini bareng ya."

Biaya yang dikeluarkan untuk masuk wisata ke Kawah Putih dengan motor yakni :
Penitipan helm : 5000 per 2 helm
Parkir motor sekalian harga tiket masuk wisata dengan naik ontang-anting PP : sekitar 30.000

Komentar

  1. Subhanallah bagus nih tempatnya, kapan-kapan ke sana ah, terima kasih untuk referensinya ^_^
    blogwalking Surya Personal Blog

    BalasHapus

Posting Komentar