Langsung ke konten utama

Postingan

Sri Gethuk yang Selalu Tersimpan

Sebelumnya, Sri Gethuk nan Berliku Setelah itu perjalanan dilanjutkan. Sesekali kami terhenti hanya untuk istirahat sejenak dan menunaikan ibadah Shalat. Cuaca sangat mendukung hari itu, alam yang masih asri dengan hiasan langit biru dengan awan putih tipis dapat mengalahkan lelah dan panasnya terik matahari. Usai melewati jalan raya yang mulus, berkelak-kelok sampai tanjakan dan turunan berkali-kali karena medan yang kami lewati adalah pegunungan, kini mulai melewati jalan desa yang lebih menantang bagi kami para pemacu kendaraan, khususnya para srikandi. Jalan putih panjang yang belum di aspal ini dapat kami takhlukan dengan baik. Debu putih kapur yang beterbangan juga menemani perjalanan kami sesaat sebelum sampai tujuan. Sebelumnya ditengah jalan terjal putih itu, kami ditarik retribusi untuk perbaikan jalan sebesar Rp 4000/motor. Jalan Putih Panjang Well , setelah melewati jalan yang penuh sensasi, akhirnya kami sampai di Wisata Air Terjun Sri Gethuk. ...

Sri Gethuk nan Berliku

30 Juni 2012, tanggal dimana aku dengan rombongan BEM FSSR UNS pergi berwisata. Acara ini dapat dikatakan sebagai momen perpisahan pengurus di Kabinet Kerja Bakti. Kali ini tempat yang kami sambangi adalah wisata Sri Gethuk, Gunung Kidul. Telah dijadwalkan kumpul pukul tujuh pagi di Fakultas. Aku beranjak satu jam lebh cepat dari rumah, dengan estimasi waktu perjalanan 45 menit. Sesampainya di fakultas, hanya ada dua orang yang terlihat terkatung-katung di Gazebo. Baiklah, setidaknya sudah ada yang semangat untuk tepat waktu, bahkan sebelum aku. Akhirnya aku dan beberapa teman yang mungkin kepagian memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Setelah melahap semangkuk bubur ayam di belakang kampus, kami kembali dengan harapan personil lain sudah banyak yang datang. Harapan itu pupus, yang kami lihat hanya bertambah beberapa gelintir orang saja. Padahal jika dihitung siapa saja yang sudah konfirmasi, sekitar 20-an orang yang mengaku bisa ikut acara ini. Setelah s...

Featuring

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Fotografi Lanjut kali ini, kelompok yang ditentukan berjumlah maksimal 10 orang. Berbeda dengan kelompokku yang beranggotakan 12 orang. Kelompok ini terdiri dari dua geng yang bersatu, 6 putra dan 6 putri. Geng putra dikenal dengan nama “Ngaban”, untuk penganut paham Ngaban disebut “Ngabaniyah”. Beranggotakan Boim dengan dagu nya yang super, Ryan dengan rambutnya yang jabrik, Jaggra dengan pesona absurbnya, Wisnu dengan gelar “Mahasiswa” nya, Gupi yang berganti nama dengan Cebok, dan B-Boy Doni yang sering kami panggil “kakak”. Geng putri yang berisi 6 gadis berjilbab dan berkacamata ini dijuluki “Ibu Ibu Pengajian”. Beranggotakan saya yang masih sangat labil dan kekanak-kanakan, Noe yang suka ilang-ilangan, Nita yang kadang kayak bos preman, Bugil yang suka buat kata-kata perpaduan galau dan romantis, Ipeh yang perhatian dibalik sikap cueknya, dan Mbadil, orang yang paling bisa mengontrol lima anggota lainnya. Tugas kelompok ada 6 teknik, be...

Cinta Itu Satu Arah

Disela aktivitas kuliah, rutinitas lain tentang mencari pengalaman dengan cara yang asik adalah bercerita. Ya , apalagi? Dengan bercerita akan ada banyak pengalaman yang dapat dibagi dengan orang lain. Tak terkecuali soal cinta. Entah mendapat sumber darimana, kami waktu itu membahas mengenai pepatah menyebutkan bahwa "Cinta itu Satu Arah". Pepatah inilah yang sempat ramai kami bicarakan kala itu. Sebagai awalan, kita harus menyamakan persepsi dahulu. Bedakan antara "saling cinta" dan "cinta". Sudah sangat gamblang jika kita bicara tentang "saling cinta", yaitu keadaan dimana dua orang yang mempunyai rasa yang sama, saling mencintai bahkan saling memiliki satu sama lain. Hal ini juga bisa diartikan cinta untuk keluarga. Tapi berbeda jika kita mulai membahas arti "cinta" itu sendiri. Cinta kepada seseorang adalah perasaan dimana seseorang mencintai dengan tulus tanpa meminta balasan apapun. Cinta itu forbidden, tak mengharap sediki...

Pencemburu

  Seketika amarahmu meletup keras. Apapun usahaku membujukmu sedikit pun tak ada hirauan. Saat ini, aku mengaku kalah, aku belum menguasai jiwa terdasarmu. Aku masih kewalahan meredam gejolakmu. Kau bilang aku sepenuhnya terkuasai, semua gerak-gerik dengan baik kau pelajari. Emosiku yang sering tak stabil sudah terkendali olehmu. Ya, mungkin kamu adalah orang-orang teratas yang saat ini sangat baik dalam memahami, tapi belum sepenuhnya. Aku hanyalah seorang pencemburu. Sedikit disulut api saja akan terus membekas, layaknya kebakaran besar di ladang gambut. Terlalu riskan bicara soal hati, apalagi hati seorang wanita. Butuh menyelam ke dasar bertahun-tahun lamanya sampai kau tahu betapa rapuh konstruksi di dalamnya. Tak semua lelaki tahu akan hal itu, tak semuanya menyelam benar ke dasar hati. Disamping kepercayaanku yang menjadi taruhan, ketegasanmu aku minta dengan sangat. Kebijaksanaanmu yang aku idamkan. Dengan panjatan doa, aku hanya bisa menunggu ucapan manismu terwujud inda...

Santi (1): Salam Kenal

Baru-baru ini RT ku kedatangan penduduk baru. Gadis cilik pindahan dari kota Surabaya bernama Santi. Umurnya 8 tahun dengan tinggi badan kisaran 1 meter lebih beberapa senti. Tubuhnya kurus, kulitnya sawo matang, terlalu matang malah. Rambutya berwarna coklat kemerahan, mungkin warna alami berkat sengatan matahari saat bermain bersamanya. Surabaya juga kota yang cukup panas bukan? Tak ada yang tahu pasti kehidupan Santi di Surabaya seperti apa. Orang bilang dia dititipkan ke budhenya disini karena ibunya menjadi TKW di luar negeri, dan ayahnya entah dimana dan mengapa. Santi termasuk genduk yang penurut, dia sangat membantu pekerjaan rumah budhenya. Dari memasak, menyapu dan mencuci piring dan pakaian bisa dia lakonkan dengan baik. Budhenya mempunyai warung di pinggiran sungai, dia juga terkadang menyusul budhenya di sana untuk bantu-bantu. Anak laki-laki berusia 3 tahun diatasnya lah yang selalu menemaninya bermain, anak semata wayang dari budhenya itu. Segera saja Santi dimas...