Langsung ke konten utama

Postingan

Ketika

Ketika satu bintang diatas langit berkenan turun menemuimu dan memberikan satu harapan yang mampu menentramkan hatimu. Ketika bumi yang panas mendapatkan janji buncahan air dari langit. Ketika kamu percaya dengan harapan yang diberikan bintang kala itu. Ketika langit tak kunjung membagi satu tetes air pun ke bumi yang semakin panas. Ketika kamu terus menunggu harapan itu terjadi. Ketika bumi yang memerah semakin haus. Ketika bintang hanya memberi harapan palsunya. Ketika langit yang tega membiarkan bumi semakin menggila. Ketika semua hanya omong kosong. Temukan dirimu. Yakinlah, ada cahaya dibalik kegelapan yang mengungkungmu

Senja 26 Desember

Tak ada salahnya jika kita mengenang tanggal 26 Desember beberapa tahun silam. Pertiwi menangis. Air bah kejam datang meradang. Menyapu bersih apapun yang ada dihadapannya. Indonesia berduka. Manusia bergelatakan dimana-mana bak sampah yang berserakan. Innalillah wa innailaihi roji’un . Di tahun ini, dengan tanggal yang sama meninggalkan sejarah lagi. Salah satu teman seperjuangan sewaktu duduk di sekolah (MTs N Sukoharjo) telah mendahului menghadap yang Maha Kuasa. Hanya bisa mendoakan. Hanya itu. Desember yang hampir setiap hari menyembunyikan cahaya dibalik tangisan dan wajah muram langit, hari ini tidak. Lihat, rasakan lagi apa yang kamu rasakan hari ini. Lukisan langit terhampar luar biasa menghiasi wajahnya yang entah mengapa tiba-tiba cerah. Senja hari ini pasti indah, gumamku. Hari ini seolah langit ingin berbisik kepada setiap yang di bumi bahwa badai yang terjadi pasti berlalu. Akan ada rahasia luar biasa yang tersimpan dibalik itu. Percayalah. Dil...

Terimakasih

Di tengah malam ini, aku tiba-tiba terusik dari lelapku. Seperti ada yang memaksaku untuk bangkit. Aneh, tak biasanya aku bisa bangun dan bertahan lama di jam-jam sekarang ini. Adakah yang bermakna? Pastinya. Kesunyian ini. Udara malam ini. Suara kereta tadi langsung mengingatkanku padamu. Di sana. Ya diujung sana. Aku tahu kamu ada. Aku tau kamu masih terjaga. Tapi aku hanya bisa memantaumu dari jauh. Sedari tadi hanya bisa merasakan maya mu. Tak mau sedikit pun mengusikmu sepertiku. Ingin rasanya. Tapi tak ada daya. Selama ini. Sampai detik ini. Hanya ucapan terimakasih yang bisa kulakukan. Tak ada suatu apapun itu kecuali ketulusan hati. Tetaplah menjadi es batu yang menyejukkan. Hatiku.

Masih Ku Simpan, Senyummu

Sore itu, setelah seharian melepas penat karena berkunjung ke kawah putih, aku menyempatkan diri untuk singgah ke toko swalayan. Aku sendirian diluar, menunggu teman yang memilih makanan ringan. Ada satu pesan masuk, tanganku merogoh kedalam kantong Yang meninggal asma’ izzatuz ya? Sekejap merinding membacanya. Mungkin salah, pikirku. Segera aku membalasnya untuk mengetahui darimana kabar itu. Sepersekian detik kemudian ada pesan masuk dari orang yang berbeda. Innalillahi wainnalillaihi roji’un, ukhti Asma’ / Sastra Arab 2012, baru saja meninggal karena kecelakaan, sekarang sedang di Rumah Sakit Dr. Moewardi Masih setengah 'blur' sembari bibir terus mengucap kalimat istighfar. Aku mencoba mencari kebenaran dari berita-berita ini. Asma’ Siapa? Sastra Arab? Yang anak BEM itu? Aku kembali bertanya ke banyak orang. Ini bukan kabar burung mbak, serius. Aku sudah telpon buat memastikan.. Asma’, anak BEM, anak SSC, mbak.. Innalillahi wainna ilaihi roji...

Celah Gelap

Siang yang sedikit mendung, kala itu pikiranku sedang campur aduk. Jadwal pagi atau mungkin sore hari ke Tagalega, tumpukan tugas yang sudah direncanakan untuk dikerjakan hari itu, menyicil kolokium, laporan magang, semuanya berantakan. Tidak ada mood lagi untuk mengerjakan daftar list hari itu. Sampai ditawari coklat pun aku tolak. Kacau, benar-benar random sekali aku hari itu. Kenapa aku tidak bisa mengontrolnya? Kenapa aku selalu memikirkan hal yang malah membuatku tambah sakit? Kenapa aku tak bisa menghentikan semua pikiran yang meracau ini? Kenapa sampai detik ini belum ada satu titik terang didepan sana? Kenapa? Sudah banyak waktu terbuang, aku juga   mencoba menerima kenyataan. Sebisa mungkin aku sabar menghadapi masalah yang datang silih berganti. tapi kali ini penuh prasangka, seperti mengurai beberapa kumpulan benang kusut. Satu saja susah, apalagi lebih. Otakku berpikir lebih keras kali ini. “Ini bukan masalah sepele," batinku. Kali ini tidak penting pihak ...

Sentra Boneka Sayati Bandung

Sentra Boneka Sayati Bandung, salah satu tempat yang mungkin sudah tak asing lagi bagi mereka pencinta boneka di daerah Bandung. Saat berada di Kota Kembang ini aku berkesempatan mengunjungi salah satu sentra pembuatan boneka yang terletak di daerah Sayati. Sebelumnya, kami (aku dan Mbadil) banyak mencari informasi mengenai dimana saja tempat pengrajin boneka di Kota Bandung. Dua tempat yang direkomendasikan salah satu karyawan tempat kami magang adalah daerah Sayati dan Cibadak. Pada akhirnya, diputuskanlah Sentra Boneka Sayati Bandung yang menjadi destinasi kami berburu mainan lucu ini. Daerah Sayati dapat dibilang dekat dengan tempat yang kami singgahi selama magang. Hanya berjarak lima kilometer dari terminal Leuwi Panjang, kalian sudah dapat menemukan Sentra Boneka Sayati Bandung. Tampak dari depan kaca rumah Baru beberapa meter dari jalan raya, suasana kampung pengrajin boneka sudah begitu terasa. Deretan rumah memajang boneka-boneka lucu kreasi warga setempat. Se...

Mencari Taman Bunga di Lembang

Weekend kemarin sudah kami rencanakan untuk berwisata ke daerah Lembang Bandung. Salah satu yang ingin kami datangi adalah Taman Bunga Cihideung. Setelah cukup lama sampai di daerah dataran tinggi. Taman yang kami cari tak kunjung ketemu. "Cari penjual bensin," kata Mbadil. Beaty hitam yang kita tunggangi haus rupanya. Di warung bensin, kami sekalian bertanya dimana lokasi Taman Bunga Cihideung itu. Jawab ibunya, “Kalo taman ya yang di pinggiran itu, yang dijual-jual itu neng. apa istana bunga? Kalo istana bunga masih keatas lagi..” Oh, mungkin iya. Namanya Istana Bunga. Setelah mendapat keterangan dari ibu penjual bensin eceran tadi, sekarang Istana Bunga yang kami cari. Kami melanjutkan perjalanan ke atas. Sejuk sekali hawa di sana. Seperti suasana Tawangmangu di Karanganyar. Setelah kesana-kemari ketemu juga lokasi Istana Bunga. Untuk memastikannya kami bertanya pada bapak penjual cakue di pinggiran jalan. Bapak itu menunjuk ke atas sembari mengatakan bahwa benar itu tempa...