Langsung ke konten utama

Postingan

Solo wae ~ Masjid Agung Surakarta

Masjid Agung Surakarta. Menurut sejarahnya dulu, masjid ini bernama Masjid Ageng Keraton Hadiningrat. Dibangun oleh Pakubuwono III pada sekitar tahun 1749. Masjid yang letaknya berdekatan dengan alun-alun utara sekaligus Pasa Klewer ini memiliki posisi penting dalam penyebaran Agama Islam di Solo sampai sekarang. Pembangunan Masjid Agung jelas tidak terlepas dari peran penting yang dipegang oleh seorang raja pada saat itu. Jika dilihat dari bentuknya, sekilas Masjid ini memiliki kemiripan dengan masjid Agung di Jogja. Dari desain bentuk bangunannya hampir sama. Kalo kamu sedang berbelanja di pasar Klewer, belum afdol kalo belum ke Masjid Agung Kasunanan ini. Inilah beberapa gambar beberapa interior dari Masjid Agung Surakarta. Gerbang depan Masjid Agung. Tampak halaman depan Masjid. Diambil dari bagian sisi kiri Masjid. fotografer oleh Insannita, Maria Arum, dan Lalita Gilang

Solo wae ~ Keraton Kasunanan Surakarta

Kota Surakarta atau Solo pada awalnya merupakan wilayah kerajaan Mataram. Makanya kini terdapat banyak situs bersejarah peninggalan Kerajaan Mataram di Surakarta. Keraton Kasunanan Surakarta masih ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun wisatawan mancanegara. Waktu itu, aku dan Nita mengunjungi keraton Solo dengan tujuan mengambil gambar interior dan eksterior keraton untuk memenuhi tugas fotografi diawal semester.    Jika kamu mau berkunjung masuk ke Keraton Solo, disarankan memakai sepatu, jangan memakai sandal jepit. Jika kamu memakai sandal, kamu akan diminta abdi dalem yang ada untuk melepasnya, istilahnya nyeker. Jik menilik ke dalam keraton, terdapat patung-patung, museum yang cukup luas, pendopo, dan beberapa lokasi yang tidak boleh wisatawan kunjungi. Ada garis pembatas dimana pengunjung boleh berkeliling, tidak semua seluk beluk keraton dapat leluasa pengunjung jelajahi. Disini dapat kita pelajari petilasan dan beberapa peninggalan jaman Keraton ...

Trans Mujigae Bandung

Cerita ini sudah ada sejak 2013 September. Aku akan menulis beberapa potongan sketsa cerita yang sedikit banyak ingat dan lupa. Waktu itu aku dan Mbadil sedang menjalani magang di Kota Bandung, tepatnya di Ideaimaji Advertising. Kami cukup dekat dengan beberapa karyawan disana, seperti Teh Dewi, Teh Hafiz (art director kami yang kami panggil dengan sebutan "teh") dan Mas Deden. Suatu ketika, aku, Mbadil, dan Teh Dewi berencana ke Trans Studio Mall yang letaknya berdampingan dengan Trans Studio Bandung. Karena harga tiket yag cukup mahal, kami hanya bisa berpoto di depan Trans Studio saja. Sedih juga, namun kami berencana untuk kesana lagi di lain kesempatan. Di Mall ini sedikit banyak kami, aku dan Mbadil membandingkan mall-mall yang ada di Solo. Salah satu interior yang cukup mencenangkan buatku. Totalitas. Setelah masuk dan berkeliling Mall, kami menuju Ciwalk Bandung. Kami tempuh jalanan Kota Bandung dengan sepeda motor. Sesampainya disana, kami berkeliling se...

Solo wae ~ Ngarsopuro with Pasar Triwindu

Sedang mencari tempat hiburan gratis dengan bermacam jajanan yang dijajakkan? Atau sebatas tempat nongkrong anak-anak gaul? Atau mencari barang-barang antik puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu? Ini loh tempatnya, Ngarsopuro. Ngarsopuro hanyalah pedestrian depan Pura Mangkunegaran. Meski demikian, Ngarsopuro mempunyai view yang cukup menjual dengan tempat nongkrong asik bagi para kaum remaja terutama. Deretan makanan dan camilan tersedia cukup lengkap tersedia. Kalau ditanya waktu ramai kapan, jelas di malam hari terutama weekend. Ketika malam minggu tiba,  jalanan Ngarsopuro ditutup dan dijadikan Night Market. Banyak stand-stand jualan disini. Apa aja sih yang ada di Night Market Ngarsopuro itu? Dijual berbagai macam barang dari mulai fashion seperti baju batik, kaos khas Solo, rok batik, awul2. Dijual pula asessoris unik, pajangan rumah, barang-barang antik dan lain sebagainya. Bicara soal barang antik, di Ngarsopuro juga mempunyai pasar khusus untuk barang-barang ant...

Solo wae ~ Lembah Hijau Karanganyar

Bersama Simbah, dan Putri, bertiga bermain ke wisata Lembah Hijau yang sempat menjadi perbincangan di kampus beberapa waktu lalu. Seorang teman mengatakan, berfoto saat senja tiba viewnya bagus, ada kolam renang juga, tempat makan yang tidak biasa dan masih berbaur alam. Seperti apasih Lembah Hijau itu? Penasaran. Setelah menghadiri wisuda, dari ujung Universitas Muhammadiyah Surakarta, kami menuju Lembah Hijau yang terletak di Karanganyar. Setelah beberapa kali salah jalan, kami temukan juga wisata Lembah Hijau. Di pintu masuk terlihat tidak begitu ramai, tidak nampak tempat wisata malah. Hanya terlihat taman kecil dan gedung besar seperti pabrik yang kosong mlompong. Usai memarkir motor di depan gedung tersebut, kami masuk tanpa permisi. Entah memang masuk tidak dipungut biaya atau loket sudah tutup karena kami tiba sore hari. Semakin masuk ke dalam, kami menyusuri rintipan tanaman berpot besar memanjang menuju lokasi utama. Waktu itu kami bertemu dengan rombongan mahasiswa yang s...

Solo wae ~ Balekambang yang Terkenang

Perkenalkan, ini adalah Taman Balekambang. Taman yang berlokasikan di dekat stadion Manahan Solo. Menurut info dari mbah Google, Taman Balekambang dibangun oleh KGPAA Mangkunegaran VII yang katanya dipersembahkan untuk kedua putrinya yaitu GRy Partini dan GRAy Partinah. Pada tahun 1970an taman ini diserahkan ke pemerintah dan dibuka untuk umum. Taman Balekambang. Salah satu tempat wisata keluarga yang menyejukkan. Salah satu rekomendasi bagi kamu yang mencari tempat idum, kamu yang jenuh dengan bau udara sibuk jalanan kota Solo. Mungkin dengan berkunjung kesini, kamu segera dapatkan inspirasi yang sedang dicari, atau kamu yang bosan dengan gaya fashion ala mall-mall kota dan mencari suasana alam baru sekitar Solo, Taman Balekambang bisa menjadi alternatifnya. Banyak anak muda berkunjung ke Taman asri ini sepulang sekolah. Setiap harinya, Balekambang juga terhitung cukup ramai pengunjung, apalagi saat weekend datang. Bagaimana tidak, tempat nyaman, sejuk, dan lapang ada disini....

Kebetulan?

Tidak menyangka aku lolos ujian masuk jurusan DKV tahun 2010 silam. Dengan membaca basmalah kuberanikan terjun dalam dunia desain, yang saat itu masih sangat awam bagiku. Aku kebetulan mendapatkan teman-teman spektakuler dari berbagai penjuru. Selain dari jurusan, kutemukan keluarga kedua dalam organisasi. Kebetulan juga mendapatkan hati yang cukup rumit diantara keduanya. Yap, pengalaman yang tak pernah bisa terbayar dengan apapun. Jika saja aku tak lolos masuk di jurusan ini, jelas belum tentu mendapat kebetulan yang luar biasa seperti apa yang kurasakan sampai sekarang. Apa iya hanya sebuah kebetulan? Tulisan ini kumulai dari kebetulan lolos ujian masuk jurusan DKV. Padahal sebelum itu juga banyak kebetulan yang terjadi. Kalo saja orang tuaku tidak memintaku mengambil jurusan yang berbau komputer, kalo saja bukan DKV jurusan yang saksak e kupilih, jelas lain ceritanya. Apa itu semua hanya kebetulan dari kebetulan? Sampai akhirnya aku diyakinkan bahwa di dunia ini tidak ada yang na...