Langsung ke konten utama

Postingan

Oktober Ceria

Alhamdulillahirobbila'lamiin. Ucap syukur yang tak henti aku panjatkan pada Nya setelah akhirnya perjuangan yang cukup panjang, melelahkan, juga menyenangkan ini terlewati. Terimakasih ibu, bapak, dan adik-adik atas kepercayaan serta doanya. Seseorang yang sedang duduk manis disana, para sahabat tercinta yang dijuluki ibu-ibu pengajian, dan teman-teman DKV semuanya. Juga kepada  mbak cuil dan emy yang sering aku repotkan, terimakasih atas waktunya mau membantu selama proses pengerjaan Tugas Akhir ini. Alhamdulillah satu tahap sudah dilalui, tidak hanya berpikir senang-senang lagi. Semangat maju ke depan, semoga akan ada jalan dalam setiap kesulitan. Aamiin. Sekali lagi terimakasih untuk semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih :) Kondisi kamar ala kapal pecah. Hampir dua minggu didatangi tamu dengan kondisi seperti diatas sudahlah biasa. Tak ada yang protes karenanya. Saat memilih baju untuk display Tugas Akhir. Kegaduhan pa...

Langkah

Kali ini mentari mengalahkanku. Hembusan angin pagi yang sunyi, detak jarum jam yang belum lelah berputar, dan suara gemercik air keran yang bocor menjadi saksi bisu pagi itu. Saat aku membuka mata, tanpa malu-malu sinarnya sudah saja menerobos masuk lewat jendela dan seketika menambah watt lampu kamarku yang masih menyala. Satu hari telah berkurang lagi. Satu langkah telah ditempuh. Entah dimana dan dengan cara apa, setelah ini aku harus segera menemukan petunjuk. Karena tak peduli apa dan bagaimana, waktu kian berjalan tanpa henti, menunjukkan kuasanya. Aku bersyukur atas karunia besar sampai saat ini, ada orang-orang tersayang yang selalu hadir merengkuhku. Memberikan senyum-senyum yang merekah indah untukku. Untuk kebahagiaan yang tak terbayar dengan bermilyar rupiah sekalipun. Terimakasih untuk semua pengorbanan, waktu dan kesempatan yang diberikan percuma. Ya, aku berharap pilihanku tepat. Selamat pagi mentari.

Rumah Batik Adi Busana Bekonang

Halo pecinta batik, destinasi kali ini akan membawamu dikenalkan dengan industri batik tulis yang berada di daerah Bekonang, kabupaten Sukoharjo, propinsi Jawa Tengah. Sedikit bercerita sejarah bahwa diera 1950-an hingga 1980-an daerah Bekonang dikenal sebagai salah satu pusat batik tulis Jawa Tengah. Namun seiring dengan perkembangan zaman, terutama setelah munculnya industri batik printing dan cap ditahun 1990-an para perajin batik tulis mulai gulung tikar. Salah satu industri yang masih berjaya hingga sekarang adalah Rumah Batik Adi Busana, industri ini mampu bertahan sejak tahun 1970-an lalu. Selain berbentuk rumah dan toko, Rumah Batik Adi Busana dirancang lengkap dengan proses produksinya yang berada di halaman belakang rumah. Mulai dari proses molani sampai penjemuran kain setelah dicuci bersih dari sisa malam yang menempel. Belum lama ini Rumah Batik Adi Busana menambah proses produksi dengan alat cap. Dilihat dari waktu pengerjaan, jelas batik cap lebih cepat daripada batik ...

Untuk Sang Pertiwi

Seperti biasa, saat segala rutinitas pagi hari dirasa cukup, kuluangkan waktu untuk membuka media sosial. Masih terlalu dini saat aku digelitik oleh salah satu kicauan yang kutemukan tak lama setelah ku asik berselancar. “Baru bangun tidur serasa berada di jaman Orde Baru,” kira-kira seperti itulah yang ditangkap oleh pandanganku. Ya, hari ini baru saja utusan-utusan yang berpolemik di senayan mengetuk palu dimana hasilnya membuat dunia maya begitu bawel.  Pagi ini tampaknya aku sudah kenyang melahap berbagai jenis cacian yang terhidang dihadapanku. Sepertinya banyak orang yang memulai hari dengan kejengkelan. Ah ternyata tidak juga, masih ada yang membungkusnya dengan guyonan. Bahkan memang ia ber-guyon serius? Sungguh aku tak tahu. Aku teringat enam belas tahun lalu. Saat bulan ke lima di tahun itu mencatatkan perjalanan panjang dari para musuh negara. ‘Musuh’, karena mereka dibenci oleh para elit-elit yang merupakan musuh tersamarkan. Dimana mereka di cecar untuk din...

Isyarat dari The Crucible

Apa yang kita lakukan bukan untuk mengubah dunia, namun agar dunia tidak mengubah kita Inilah kalimat yang akan kita dapati ketika menyaksikan film The Crucible ( Silenced ) pada akhir kisahnya. Sebuah film yang mengangkat tentang kejahatan seksual di asrama anak-anak tuna wicara. Pada awalnya In Ho (Gong Yoo) yang merupakan guru pendatang di sekolah Jae Ae,  kota Gwangju, Korea Selatan, mendapati sesuatu yang janggal terhadap beberapa muridnya. Beberapa siswa tampak pendiam, seperti dihantui rasa takut. Disinilah awal kecurigaan In Ho terhadap kondisi anak didiknya. Sampai pada akhirnya saat pelajaran sekolah usai, ia melihat Yoo Ri (Jung In Seo) yang duduk di pintu jendela asrama. In Ho pun panik dan menyerukan Yoo Ri untuk turun. Yoo Ri yang tak menurutinya, membuat In Ho bergegas ke asrama. Namun pada saat menghampiri Yoo Ri, In Ho mendengar suara gaduh dari tempat pencucian pakaian. Betapa kagetnya ia ketika mendapati Yeon Doo (Kim Hyun Soo) salah satu murid sekolah y...

Lagu Tentang Hujan

Aku selalu bahagia, saat hujan turun.. Karena aku dapat mengenangmu.. Untukku sendiri.. Aku bisa tersenyum sepanjang hari.. Karena hujan pernah menahanmu disini... Entah siapa yang memanggil penggalan syair lama tersebut. Tersendak benakku olehnya. Hujan. Bau yang ia hadirkan pasca rintihannya ke bumi. Mengundang rasa teramat dalam bagi penikmatnya. Tidak terkecuali aku. Aku yang pernah terlibat dalam alunan gemercik yang ia ciptakan. Menikmati tetes-tetes yang haus akan aromanya. Ya, hujan selalu memberikan cerita. Entah itu berita duka ataupun cita. Aku tak selalu ingat kapan saja ia bermigrasi ke bumi. Namun aku selalu ingat bahwa hujan pernah menahanmu disini. Sebuah tempat penuh tawa.  Ah sudahlah, kulanjut berdendang saja dengan lagu ini..    

Stay Close Don't Go

Dia itu... obat pengusir sepi di relung hati. Imajinya bersatu dengan angan indah. Saling berpadu membentuk formasi bintang yang paling benderang di angkasa raya sana. Tanpa hitungan pasti, dia usil menggoreskan warnanya untuk melengkapi koleksi pigmen yang sebenarnya tak kan pernah ada habisnya. Bersamanya, begitu banyak keajaiban yang datang dan tak terbayar dengan milyaran dolar AS pun. Dia itu prajurit siap mati, berdiri dibarisan paling depan terutama saat keadaan sedang mencekam. Dia yang akan mengulurkan tangannya untuk segera merengkuhku ke hangat pelukannya. Alat penampung segala kesal dan amarah yang meledak bak bom waktu. Tak hanya ada saat bahagia mendera. Penyusup ulung persoalan dan pasti meminjamkan tangannya untuk membantu meluruskan tali yang hampir tak bisa diketahui mana ujung pangkalnya. Dia itu mesin filter yang cukup ampuh. Aku menyayanginya. Maafkan aku pernah mengecewakanmu. Stay close don't go, right?